109:1. Katakanlah, "Wahai orang-orang yang tidak percaya,
109:2. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah,
109:3. Dan kamu tidak menyembah apa yang aku sembah,
109:4. Dan tidak juga aku menyembah apa yang kamu sembah,
109:5. Dan tidak juga kamu menyembah apa yang aku sembah.
109:6. Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku!"
Riwayat yang biasa kita dengar berkaitan dengan surah Al Kaafiruun
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).
(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari Juraij.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6)
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.)
Sama ada benar atau tidak riwayat2 tersebut, pengajaran daripada surah Al Kaafiruun itu adalah;
Rasulullah adalah seorang yang tegas mempertahankan pendiriannya untuk tidak menyembah seperti orang2 musyrik menyembah (ada objek berhala). Biarpun ditawarkan kuasa dan perkahwinan, tiada sebab baginda nak menyekutukan Allah, kerana dosa menyekutukanNya adalah dosa yang tidak akan diampunkan.
Mungkin sebab itu ada pemuda2 zaman dahulu lebih rela hidup dalam gua demi menyelamatkan akidahnya daripada segala bentuk penyekutuan terhadap Allah. Biarlah tidak hidup seperti pemuda lain yang berkahwin, para pemuda Kahfi itu sanggup mengorbankan nikmat2 dunia itu demi menjauhi segala bentuk persekutuan terhadap Allah. Begitu besarnya pengorbanan mereka kepada Tuhan.




















0 comments:
Post a Comment